PT. Dana Kini Indonesia dengan nama Danakini, merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang layanan finansial berbasis teknologi Informasi (Fintech Lending), yang mempertemukan Pemilik Dana dan Peminjam Dana yang difokuskan untuk keperluan pembiayaan konsumer (contoh: berbelanja perlengkapan rumah dan gaya hidup), pembiayaan industri mikro, dan pinjaman dana tunai karyawan.

Danakini merupakan perusahaan berbadan hukum yang telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi dengan nomor registrasi S-26/NB.213/2018

Meutia Kumala


Wanita yang saat ini menjabat sebagai Managing Director di PT. Home Center Indonesia atau yang biasa dikenal dengan Informa ini lahir di Jakarta pada tanggal 4 Februari tahun 1972. Pada tahun 1994, beliau menyelesaikan pendidikan sarjananya di bidang Psikologi Universitas Flinders di Australia, sebelum akhirnya beliau memulai karirnya di tahun 1998 dengan bergabung bersama PT Kawan Lama Sejahtera sebagai salah satu staff di Departemen Import. Kemudian di tahun 2000 sampai dengan 2004, beliau dipercaya menjabat sebagai Head of Outdoor Living Departement di PT. Ace Hardware Indonesia. Pada tahun 2004 beliau diangkat sebagai General Manager untuk PT. Home Center Indonesia sampai dengan tahun 2010.

Setelah 3 tahun pertama memegang posisi sebagai General Manager, beliau diangkat menjadi Merchandising Director dari PT. Home Center Indonesia hingga akhirnya di tahun yang sama pada 2013 beliau menjabat sebagai Managing Director PT. Home Center Indonesia sampai dengan saat ini. Pada tahun 2017 beliau juga mulai berperan sebagai Komisaris Utama di bidang Financial Technology di PT. Dana Kini Indonesia.

Meutia Kumala

Komisaris Utama
Anton Hariyanto


Pria kelahiran Jakarta pada 4 Agustus 1973 merupakan lulusan dari University of California at Berkeley, USA tahun 1996. Beliau memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan memulai karir di Citibank Jakarta sampai Regional di Singapore dari tahun 1997 sebagai Credit Risk Manager sampai akhirnya memegang jabatan Head of Decision Management sampai dengan tahun 2002.

Beliau saat ini juga menjabat sebagai Director di PT. Optus Solution, sebuah perusahaan IT/software developer yang didirikannya. Optus Solutions yang berdiri sejak 2009 berfokus di area Business Analytics dan Risk & Compliance untuk perusahaan keuangan dan perbankan.

Mulai bergabung dengan Danakini sejak Danakini berdiri tahun 2017, berperan besar di area yang memang menjadi keahliannya yaitu IT dan Credit Risk.

Anton Hariyanto

Komisaris
Gregory Sugyono Widjaja


Gregory Sugyono Widjaja yang lahir di Surabaya pada 25 Mei 1975 adalah CEO sekaligus pendiri Danakini.

Tahun 1996 beliau lulus S1 Business Administration (Akuntansi) di Hawaii Pacific University, Honolulu, USA dan kembali ke tanah air untuk berkarir di Arthur Andersen & Co sebagai konsultan bisnis. Pada tahun 1999 melanjutkan pendidikan di University of North Carolina Chapel Hill, NC, USA dan mendapatkan gelar MBA (Corporate Finance) pada tahun 2001. Setelah lulus, beliau kembali ke Indonesia untuk berkarir di beberapa perusahaan mulai dari Booz Allen Hamilton, Bluescope Steel Indonesia, Nike Indonesia dan Indopoly Swakarsa Industry dengan jabatan terakhirnya yaitu Direktur.

Pada tahun 2012 bergabung ke Kawan Lama Group sebagai Corporate CFO sampai dengan hari ini dan menjabat sebagai Direktur di beberapa unit usaha Kawan Lama Group.

Gregory Sugyono Widjaja

CEO
Andreas Budianto

Pria kelahiran Surakarta, 3 Juli 1979 ini menjabat sebagai COO sejak awal pembentukan Danakini. Sebelum akhirnya berkecimpung di dunia Financial Technology, pria yang merupakan lulusan Universitas Kristen Petra Surabaya jurusan Ekonomi Manajemen ini memulai kariernya di tahun 2003 sebagai seorang Production Planner di PT. Gunung Hijau, sebuah perusahaan manufaktur carton box packaging selama dua tahun, yang kemudian di tahun 2005 melanjutkan kariernya sebagai seorang Dealer di PT. Valbury Sekuritas Indonesia, sampai akhirnya bergabung dengan Kawan Lama Group pada tahun 2006 sebagai Internal Audit Manager. Saat ini selain menjabat sebagai Direktur PT. Dana Kini Indonesia, Andreas Budianto juga memegang posisi sebagai Head of Corporate AR & Credit Management di Kawan Lama Group selama 4 tahun terakhir terhitung sejak tahun 2015.

Andreas Budianto

COO
Liong Sulaeman Oscar

Alumnus S1 Finance Indiana University, USA ini memulai karirnya di Citibank, Jakarta sebagai Assistant Manager pada tahun 1994 sampai 1997 sebelum akhirnya memutuskan untuk melanjutkan Pendidikan S2 (Finance) di University of Rochester,New York, USA. Tahun 2000 beliau menyelesaikan studinya dan kembali ke Indonesia untuk berkarir di Boston Consulting Group sampai dengan tahun 2003. Pengalamannya di bidang keuangan dan konsultasi bisnis membuatnya mengambil peluang membentuk Optus Solution pada tahun 2004 di mana dirinya menjabat sebagai Vice President sampai hari ini. Pada tahun 2017 beliau bergabung membentuk Danakini dan menjabat sebagai CTO sampai saat ini.

Liong Sulaeman Oscar

CTO
Hevy Agustina


Lulusan S1 Fakultas Ekonomi Manajemen Universitas Negeri Tanjung Pura Pontianak ini menjabat sebagai Chief Marketing Officer sejak berdirinya Danakini tahun 2017. Mengawali karir di dunia retail sebagai Head of Sales PT. Multi Alam Elok, distributor brand Yamaha Audio selama 4 tahun, kemudian memutuskan untuk mengambil tantangan baru sebagai Head of Promotion di Electronic Solution.

Pada tahun 2012, pengalamannya di dunia partnership dan promotion membawa karirnya ke Kawan Lama Group sebagai Head of Commercial Partnership, bertanggung jawab atas kerjasama dengan pihak Bank, perusahaan digital payment, perusahaan asuransi, dan perusahaan lainnya, serta sekaligus bertanggung jawab atas sales dan marketing PT Dana Kini Indonesia.

Hevy Agustina

CMO